Medan —  Sumatera Sumatera Utara  —     Balai Kota Medan Lambang Motto: Bekerja sama dan  sama- sama bekerja untuk kemajuan dan kemakmuran Kota Medan metropolitan[1] Lokasi Kota Medan di Pulau Sumatera     Menara Tirtanadi, simbol Kota Medan.
Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini  merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan  merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai  pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.
Sejarah
Medan didirikan oleh Guru Patimpus  Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang  Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah  kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan  seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun  bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada  yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara resmi  memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir  Timur serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota  yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka  perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama  terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan seorang  Tionghoa.[8]
  Pemandangan udara kota Medan di tahun 1920-an      Daerah Kesawan tahun 1920-an
Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang  migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan  berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka  lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan  kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan.  Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk  mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang  Minangkabau, Mandailing dan Aceh.  Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan,  tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.
  Istana Maimun
Sejak tahun 1950,  Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha  menjadi 26.510 ha di tahun 1974.  Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan,  kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.
 Pemerintahan
Kota Medan dipimpin oleh seorang walikota. Saat ini, jabatan walikota Medan dijabat  oleh Rahudman  Harahap dengan jabatan wakil walikota dijabat oleh Dzulmi Eldin.  Wilayah Kota Medan dibagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan.
Medan Tuntungan
Medan Johor
Medan Amplas
Medan Denai
Medan Area
Medan Kota
Medan Maimun
Medan Polonia
Medan Baru
Medan Selayang
Medan Sunggal
Medan Helvetia
Medan Petisah
Medan Barat
Medan Timur
Medan Perjuangan
Medan Tembung
Medan Deli
Medan Labuhan
Medan Marelan
Medan Belawan
 Wali kota
No. Nama Masa jabatan   Daniël  Mackay 1918 - 1931   J.M.  Wesselink 1931 - 1935   G. Pitlo 1935 - 1938   C.E.E. Kuntze 1938 - 1942   Shinichi  Hayasaki (早崎 真一, Hayasaki  Shinichi?) 1942 - 1945   1 Luat Siregar 3 Oktober - 10 November 1945   2 M.  Yusuf 10 November 1945 - Agustus 1947   3 Djaidin  Purba 1 November 1947 - 12 Juli 1952   4 A.M.  Jalaluddin 12 Juli 1952 - 1 Desember 1954   5 Hadji  Muda Siregar 6 Desember 1954 - 14 Juni 1958   6 Madja Purba 3 Juli 1958 - 28 Februari 1961   7 Basyrah Lubis 28 Februari 1961 - 30 Oktober 1964   8 P.R.  Telaumbanua 10 Oktober 1964 - 28 Februari 1965   9 Aminurrasyid 28 Agustus 1965 - 26 September 1966   10 Sjoerkani 26 September 1966 - 3 Juli 1974   11 M. Saleh  Arifin 3 Juli 1974 - 31 Maret 1980   12 Agus  Salim Rangkuti 1 April 1980 - 31 Maret 1990   13 Bachtiar  Djafar 1 April 1990 - 31 Maret 2000   14 Abdillah 1 April 2000 - 20 Agustus 2008   Afifuddin  Lubis (penjabat) 20 Agustus 2008 - 22 Juli 2009[9]Rahudman  Harahap (penjabat) 23 Juli 2009[9]-  16 Februari 2010[10]Syamsul Arifin (penjabat) 16 Februari 2010[10] - 25 Juli 2010[2][3][4] 15 Rahudman  Harahap[11] 26 Juli 2010 - sekarang[2][3][4] Pemilihan umum kepala  daerah Kota Medan 2010
Pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh jumlah suara  terbanyak pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Medan yang dilaksanakan  dalam 2 putaran. Putaran pertama diikuti oleh 10 pasangan calon  walikota dan calon wakil walikota. Dalam putaran kedua, pasangan  Rahudman-Dzulmi bertemu dengan pasangan Sofyan Tan-Nelly  Armayanti. Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin dilantik pada tanggal 26  Juli 2010 di gedung DPRD Kota Medan oleh Gubernur Sumatera  Utara, Syamsul  Arifin, atas nama Presiden  Republik Indonesia, Susilo  Bambang Yudhoyono.
 Medan —  Sumatera Nuvola single chevron right.svgSumatera Utara  — Balai Kota Medan Lambang Kota  Medan
Lambang Motto: Bekerja sama dan sama- sama bekerja untuk kemajuan dan kemakmuran Kota Medan metropolitan[1] Lokasi Kota Medan di Pulau Sumatera




























Menara Tirtanadi, simbol Kota Medan.

Kota Medan adalah ibu kota provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar di Pulau Sumatera. Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dan juga sebagai pintu gerbang bagi para wisatawan untuk menuju objek wisata Brastagi di daerah dataran tinggi Karo, objek wisata Orangutan di Bukit Lawang, Danau Toba.

Sejarah

Medan didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi pada tahun 1590. John Anderson, orang Eropa pertama yang mengunjungi Deli pada tahun 1833 menemukan sebuah kampung yang bernama Medan. Kampung ini berpenduduk 200 orang dan seorang pemimpin bernama Tuanku Pulau Berayan sudah sejak beberapa tahun bermukim disana untuk menarik pajak dari sampan-sampan pengangkut lada yang menuruni sungai. Pada tahun 1886, Medan secara resmi memperoleh status sebagai kota, dan tahun berikutnya residen Pesisir Timur serta Sultan Deli pindah ke Medan. Tahun 1909, Medan menjadi kota yang penting di luar Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran. Dewan kota yang pertama terdiri dari 12 anggota orang Eropa, dua orang bumiputra, dan seorang Tionghoa.[8]

Pemandangan udara kota Medan di tahun 1920-an Daerah Kesawan tahun 1920-an

Di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 terdapat dua gelombang migrasi besar ke Medan. Gelombang pertama berupa kedatangan orang Tionghoa dan Jawa sebagai kuli kontrak perkebunan. Tetapi setelah tahun 1880 perusahaan perkebunan berhenti mendatangkan orang Tionghoa, karena sebagian besar dari mereka lari meninggalkan kebun dan sering melakukan kerusuhan. Perusahaan kemudian sepenuhnya mendatangkan orang Jawa sebagai kuli perkebunan. Orang-orang Tionghoa bekas buruh perkebunan kemudian didorong untuk mengembangkan sektor perdagangan. Gelombang kedua ialah kedatangan orang Minangkabau, Mandailing dan Aceh. Mereka datang ke Medan bukan untuk bekerja sebagai buruh perkebunan, tetapi untuk berdagang, menjadi guru dan ulama.

Istana Maimun

Sejak tahun 1950, Medan telah beberapa kali melakukan perluasan areal, dari 1.853 ha menjadi 26.510 ha di tahun 1974. Dengan demikian dalam tempo 25 tahun setelah penyerahan kedaulatan, kota Medan telah bertambah luas hampir delapan belas kali lipat.

Pemerintahan

Kota Medan dipimpin oleh seorang walikota. Saat ini, jabatan walikota Medan dijabat oleh Rahudman Harahap dengan jabatan wakil walikota dijabat oleh Dzulmi Eldin. Wilayah Kota Medan dibagi menjadi 21 kecamatan dan 151 kelurahan.

Wali kota

No. Nama Masa jabatan
Daniël Mackay 1918 - 1931
J.M. Wesselink 1931 - 1935
G. Pitlo 1935 - 1938
C.E.E. Kuntze 1938 - 1942
Shinichi Hayasaki (早崎 真一, Hayasaki Shinichi?) 1942 - 1945 1 Luat Siregar 3 Oktober - 10 November 1945 2 M. Yusuf 10 November 1945 - Agustus 1947 3 Djaidin Purba 1 November 1947 - 12 Juli 1952 4 A.M. Jalaluddin 12 Juli 1952 - 1 Desember 1954 5 Hadji Muda Siregar 6 Desember 1954 - 14 Juni 1958 6 Madja Purba 3 Juli 1958 - 28 Februari 1961 7 Basyrah Lubis 28 Februari 1961 - 30 Oktober 1964 8 P.R. Telaumbanua 10 Oktober 1964 - 28 Februari 1965 9 Aminurrasyid 28 Agustus 1965 - 26 September 1966 10 Sjoerkani 26 September 1966 - 3 Juli 1974 11 M. Saleh Arifin 3 Juli 1974 - 31 Maret 1980 12 Agus Salim Rangkuti 1 April 1980 - 31 Maret 1990 13 Bachtiar Djafar 1 April 1990 - 31 Maret 2000 14 Abdillah 1 April 2000 - 20 Agustus 2008
Afifuddin Lubis (penjabat) 20 Agustus 2008 - 22 Juli 2009[9]
Rahudman Harahap (penjabat) 23 Juli 2009[9]- 16 Februari 2010[10]
Syamsul Arifin (penjabat) 16 Februari 2010[10] - 25 Juli 2010[2][3][4] 15 Rahudman Harahap[11] 26 Juli 2010 - sekarang[2][3][4]

Pemilihan umum kepala daerah Kota Medan 2010

Pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin memperoleh jumlah suara terbanyak pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kota Medan yang dilaksanakan dalam 2 putaran. Putaran pertama diikuti oleh 10 pasangan calon walikota dan calon wakil walikota. Dalam putaran kedua, pasangan Rahudman-Dzulmi bertemu dengan pasangan Sofyan Tan-Nelly Armayanti. Rahudman Harahap dan Dzulmi Eldin dilantik pada tanggal 26 Juli 2010 di gedung DPRD Kota Medan oleh Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin, atas nama Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.

FRIENDS
every one needs a friend
if some day you might feel
like you have no friends at all
just remember this memory
and take comfort in knowing
that we will always be your best friend

  • FRIENDS
  • every one needs a friend
  • if some day you might feel
  • like you have no friends at all
  • just remember this memory
  • and take comfort in knowing
  • that we will always be your best friend

ARTI SAHABAT

KAMU PERGI KARENA TERLUKA

KAMU MENANGIS KARENA TERSAKITI

CINTAMU MEMBUAT KAMU LARA

RINDUMU MEMBUAT KAMU SEDIH

HATIMU HANCUR,JIWA KAMU HILANG

PERGI BERSAMA CINTA,HILANG DITELAN KERINDUAN

ADAKAH CELAH DI UNTUKKU????

UNTUK MENGHIBUR HATIMU

UNTUK SEKEDAR MELIHAT KAMU SENYUM

MENDENGAR CANDA TAWAMU

……. SAHABAT…….

TAHUKAH ENGKAU ??

AKU RISAU YANG MELIHAT KAMU BEGITU

AKU SEDI MELIHAT KAMU TERLUKA

CINTA YANG KAMU CARI

TAPI KENAPA RINDU YANG AKU DAPATI

RINDU YANG MEMBUAT KAMU TERSIKSA

RINDU YANG MEMBUAT AKU MATI….

…….. SAHABAT ………

COBA ENGKAU DENGAR TANGISAN HATI INI

TIDAKKAH ENGKAU IBA MENDENGARNYA

KARENA AKU MASIH ADA DISINI

ADA AKU YANG MENGISI HARI SEPIMU

ADA AKU YANG MENANGIS BERSAMA KAMU

KARENA KITA SATU RASA

DALAM HATI YANG TERSAKITI

TAK PERNAH BERLALU

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punyai lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

PENANTIAN CINTA

BUNGA HATI TIDAK TERPAKAI

TAK ADA LAGI YANG KUSESALI

BUMI MULAI MEMBISU TIDAK BERARTI TAK TAU KELAM TERASA DALAM

TELAH MENGUKIR KENANGAN INDAH MASA LALU

MELEPAS HATI YANG TERASA PILU

SEAKAN SEPI MENANTI YANG KU RINDU

KALA HATI INI TAK BERARTI LAGI

SENANTIASA AKU MENCARI

MENUNGGU YANG SELALU DI NANTI

NAMUN SEGALANYA TIADA PASTI

AKU MERENUNG DALAM KEHENINGAN

DI TENGAH KESENDIRIAN MALAM

TERUS TERHANYUT DALAM PENANTIAN

INGIN KU LEPAS SEMUADALAM KASIH SAYANG

NAMUN SEGALA CINTA YANG DI HARAPKAN

TAK JUGA KUNJUNG DATANG.

II. Puisi Persahabatan
Sahabat tak ubahnya atmosfer Yang melindungi semua makhluk di bumi Dengan merdam sebuah energi besar  Menjadi sumber dari segala kehidupan
Pastinya kita semua sepakat bahwa persahabatan memang sangat indah, maka untuk mengungkapkannya pun harus dengan kata-kata yang sepadan untuk bisa mewakili rasa persahabatan itu sendiri. Keindahan sahabat diungkapkan Kahlil Gibran dalam puisi persahabatan berikut:
 Sajak Persahabatan 
Dan seorang remaja berkata,  Bicaralah pada kami tentang Persahabatan. Dan dia  menjawab: Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi. Dialah ladang hati,  yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih. Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu. Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.
Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,  kau tiada takut membisikkan kata Tidak di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata Ya.
Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya;  kerana tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan,  segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,  dengan kegembiraan tiada terkirakan.
Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;
Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya,  mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,  bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,  nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.
Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.
Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,  bukanlah cinta,  tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.
Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu. Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu. Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?
Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu! Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu. Dan dalam manisnya persahabatan,  biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan.. Karena dalam titisan kecil embun pagi,  hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

II. Puisi Persahabatan

Sahabat tak ubahnya atmosfer
Yang melindungi semua makhluk di bumi
Dengan merdam sebuah energi besar
Menjadi sumber dari segala kehidupan

Pastinya kita semua sepakat bahwa persahabatan memang sangat indah, maka untuk mengungkapkannya pun harus dengan kata-kata yang sepadan untuk bisa mewakili rasa persahabatan itu sendiri. Keindahan sahabat diungkapkan Kahlil Gibran dalam puisi persahabatan berikut:


Sajak Persahabatan

Dan seorang remaja berkata,
Bicaralah pada kami tentang Persahabatan.
Dan dia  menjawab:
Sahabat adalah keperluan jiwa, yang mesti dipenuhi.
Dialah ladang hati,
yang kau taburi dengan kasih dan kau tuai dengan penuh rasa terima kasih.
Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Kerana kau menghampirinya saat hati lupa dan mencarinya saat jiwa mahu kedamaian.

Bila dia berbicara, mengungkapkan fikirannya,
kau tiada takut membisikkan kata Tidak
di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata Ya.

Dan bilamana dia diam,hatimu berhenti dari mendengar hatinya;
kerana tanpa ungkapan kata, dalam  persahabatan,
segala fikiran, hasrat, dan keinginan dilahirkan bersama dan dikongsi,
dengan kegembiraan tiada terkirakan.

Di kala berpisah dengan sahabat, tiadalah kau berdukacita;

Kerana yang paling kau kasihi dalam dirinya,
mungkin kau nampak lebih jelas dalam ketiadaannya,
bagai sebuah gunung bagi seorang pendaki,
nampak lebih agung daripada tanah ngarai dataran.

Dan tiada maksud lain dari persahabatan kecuali saling memperkaya roh kejiwaan.

Kerana cinta yang mencari sesuatu di luar jangkauan misterinya,
bukanlah cinta,
tetapi sebuah jala yang ditebarkan: hanya menangkap yang tiada diharapkan.

Dan persembahkanlah yang terindah bagi sahabatmu.
Jika dia harus tahu musim surutmu, biarlah dia mengenali pula musim pasangmu.
Gerangan apa sahabat itu jika  kau sentiasa mencarinya, untuk sekadar bersama dalam membunuh waktu?

Carilah ia untuk bersama menghidupkan sang waktu!
Kerana dialah yang bisa mengisi kekuranganmu, bukan mengisi kekosonganmu.
Dan dalam manisnya persahabatan,
biarkanlah ada tawa ria dan berkongsi kegembiraan..
Karena dalam titisan kecil embun pagi,
hati manusia menemui fajar dan ghairah segar kehidupan.

Duka Yatim-Piatu

sejak dia terlahir kedunia
hidup yang ditahu hanyalah seonggok penderitaan

juga kesepian yang selalu menemani hati,

tiada mengenal cinta, kasih dan sayang
dari ayah dan bunda yang mengukir jiwa

nasib yang malang dialaminya
dikucilkan dari pergaulan karib sebaya

diibarat sudahlah jatuh masih tertimpa tangga

siapa kini merasa iba
dari jiwanya yang gersang…
tiada seorangpun mendekat memperkenalkan diri padanya…

siapa yang salah…?!
jikathatinya membeku tak kenal haru…

wajahnya angkuh tanpa senyuman..
sekeras baja tak bisa ditekuk..
sekokoh karang tak bisa digoyang…

harus bagaimana kini…
mendengar penjelasan dia tak mau mengerti…

menerima pendapat dia tak mau tahu…
memahami orang lain tak pernah dikenal…

dia selalu dan senantiasa ada dalam kesepian…
sendiri…
sunyi dan sepi….

Kau yang Disana
Apa kabar sayangkuKau yang nun jauh di mataKau yang tak pernah aku lihat lagiSenyum mu… Tawa mu dan aroma tubuh muTak kan pernah hilang di hatikuTakkan pernah kubiarkan cinta mu tenggelamHanya karna jarak yang membuat kita tak bersama lagiIngin ku rajut kembali asrama sperti yang duluDisaat kita selalu mengungkapkan isi hati kitaDisaat kita berbagi suka dukaAndai saja ku bisa mengubah takdir iniTakkan ku biarkan kau pergi jauh dari kuTakkan ku biarkan kau menghilang dari pandangankuKu ingin kau kembali di sisiku….Semoga cinta kita takkan pernah pudarSeiring berjalannya waktuSemoga Kau dan aku tetap menjadi satuWalai cobaan ini terasa berat….Biarkan cinta kita tetap menyatuMeskipun kita tak bisa mengungkap isi hatiBiarkan Jarak menjadi penghalang mata kita…Tetapi Hati kita takkan pernah berpisah….

Kau yang Disana

Apa kabar sayangku
Kau yang nun jauh di mata
Kau yang tak pernah aku lihat lagi

Senyum mu… Tawa mu dan aroma tubuh mu
Tak kan pernah hilang di hatiku
Takkan pernah kubiarkan cinta mu tenggelam
Hanya karna jarak yang membuat kita tak bersama lagi

Ingin ku rajut kembali asrama sperti yang dulu
Disaat kita selalu mengungkapkan isi hati kita
Disaat kita berbagi suka duka

Andai saja ku bisa mengubah takdir ini
Takkan ku biarkan kau pergi jauh dari ku
Takkan ku biarkan kau menghilang dari pandanganku
Ku ingin kau kembali di sisiku….

Semoga cinta kita takkan pernah pudar
Seiring berjalannya waktu
Semoga Kau dan aku tetap menjadi satu
Walai cobaan ini terasa berat….

Biarkan cinta kita tetap menyatu
Meskipun kita tak bisa mengungkap isi hati
Biarkan Jarak menjadi penghalang mata kita…
Tetapi Hati kita takkan pernah berpisah….

anganku

kau paling terindah dalam hidupku

dalam hatiku

tapi aku tak pantas untuk di miliki

dirimu dan cintamu

aku memang pecundang yang tak dapat menyatakan cinta

aku memang tak sempurna seperti dirinya yang kamu sukai

sesungguhnya aku cemburu dan

sebenarnya aku tak sanggup

tuhan

dapatkah aku memiliki cintanya

yang tak pernah aku miliki

namun aku mengerti

semua ini hanya mimpi

Rindu Dan Cinta

RINDU DAN CINTA

Aku tak pernah berlari meninggalkanmu !
Melangkah menjauhi pun tak pernah terlintas
Aku masih disini…. Aku masih ada…
Namun sebait pun kini tak sempat lagi kubuat

Setiap hari kuhanya bisa berkata pada hati
Besok mungkin dapat kuluangkan waktu lagi
Tuk menulis tentang hati…
Dalam sebentuk puisi

Nyatanya aku tak pernah sempat
Ragaku s’lalu saja terlebih dahulu penat
Sehingga asa dan rasa tak pernah sempat
Dapatkan waktu yang tepat untuk puisi-puisi baru kubuat

Hingga sekali lagi di pagi ini
Kerinduan pada puisi kembali menjadi
Curahan hatiku dalam sebentuk puisi
Semoga esok aku bisa segera kembali

mamak minta pulsa

  • mamak: ini nomor baru mama, tolong isikan pulsa ke nomor xxx karena mama lagi ada urusan di kantor polisi
  • hasbi: ma, minta tolong ya di kantor polisi aja lah..